Cerita Nana: Ngamen, Jahit, dan Keliling 12 Negara

Petualangan Nana bermula dari sebuah cita-cita sederhana, yaitu pengen kuliah sekaligus bisa jalan-jalan keluar negeri. Jadilah ia memilih kuliah di jurusan Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada di tahun 2004. Keputusan ini, ternyata mengantarkan Nana ke berbagai tempat di belahan bumi. Mulai dari Korea, tempat dia mengikuti pertukaran pelajar, belajar tentang urbanisasi di Perancis, hingga backpacking solo dari Inggris selatan sampai utara.

Kini, Nana memutuskan untuk kembali mengabdi kepada almamaternya dan berbagi ilmu soal Eropa, Korea, Politik Kompetisi Global, Politik Hukum Internasional dengan mahasiswanya. “Awal masuk kuliah belum ada niat jadi dosen sama sekali. Waktu itu cita-citanya masih standar, jadi diplomat biar bisa jalan-jalan ke luar negeri hehe..,“ ujarnya.

2004 – 2009 : FISIP UGM, Jurusan Hubungan International
Kesempatan ‘go international’ pertama kali muncul di 2006. Ia mengikuti program beasiswa Student Exchange ROK-AUN (Republic of Korea dan ASEAN University Network) di Daejeon University untuk mengambil kuliah tentang politik, ekonomi dan budaya Korea.

Selama di sana, Nana merasa beruntung bisa magang di dua tempat. Yang pertama di KONICOF (Korean Nuclear International Cooperation) selama sebulan dan yang kedua mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak Korea. “Dari dua pengalaman kerja yang berbeda akhirnya lama-lama ketemu passion di bidang pendidikan.”

Pulang dari Korea, Nana mulai menyibukan diri dengan kegiatan asisten mengajar, mengisi training kepemimpinan dan sukarelawan untuk anak- anak.

2011 – 2013 : Master in International Development, Paris School of International Affairs, Sciences Po

Sembari mengerjakan skripsi di 2009, Nana mulai mengumpulkan informasi tentang sekolah-sekolah di Eropa dan mendaftar di berbagai lembaga beasiswa. Dua tahun kemudian, Nana lamaran Nana dijawab oleh Total E&P Indonesie . Dia dikirim untuk kuliah di salah satu kampus terbaik di Prancis.

Selama kuliah di jurusan International Development, belajar tentang Urban Politics & Development sama Philanthropy adalah favoritnya. “Karena tingkat urbanisasi yang begitu tinggi, diprediksi di tahun 2050 nanti 75% penduduk bumi akan tinggal di perkotaan,”kata perempuan yang sempat ditugaskan oleh kedutaan Prancis untuk mengemban tugas kerjasama pendidikan tinggi Indonesia-Prancis selama seminggu ini.

Pulang ke Indonesia, Nana bercita-cita ingin mengembangkan studi mengenai dua isu tersebut, sekaligus juga tentang studi wilayah Eropa. Untuk itu, Nana pun bergabung dalam Komunitas Indonesia untuk Kajian Eropa, lalu melakukan riset tentang Urban Innovation. Tahun ini, ia akan kembali ke Paris untuk mempresentasikan hasil riset tentang Grassroot Philanthropy.

Walaupun merasa beruntung dengan segala kesempatan yang ada, Nana mengaku sempat ragu akan keputusannya mempelajari ilmu politik. “Mungkin karena pandangan yang ada di masyarakat ya. Perempuan ga usah belajar politik lah, perempuan yang memiliki karir tidak sukses di keluarga, yang semacam itu,” ujarnya.

Namun Nana tidak terlalu mendengarkan kata orang, karena yang terpenting baginya adalah ridho orang tua.

“Setiap mau milih jurusan atau tugas dinas, saya selalu diskusi dengan Ibu. Kalau Ibu setuju, Insyaallah semuanya lancar.”

Paris adalah satu tempat yang sangat berkesan bagi Nana. Seperti kata Ernest Hemmingway : “If you are lucky enough to have lived in Paris as a young man, then wherever you go for the rest of your life it stays with you, for Paris is a moveable feast.”

Tidak cuma belajar, selama di Paris Nanapun menyempatkan diri dengan hal – hal baru seperti belajar soal fashion dan sempat kenalan dengan designer-designer hijab Indonesia yang sedang berada di Paris.

nana 2

2011 – sekarang : Mengajar di FISIP UGM

Menurut Nana menjadi dosen itu rasanya exhausting but fun karena menjadi dosen bukanlah pekerjaan tapi pengabdian.  “Di jam kerja kita bakal ngajar, rapat penelitian atau tugas pengabdian masyarakat di lapangan. Di luar jam kerja seringkali harus meluangkan waktu buat menyiapkan bahan ngajar, ngoreksi tugas dan ujian mahasiswa, revisi paper mahasiswa, belajar untuk penelitian, atau ramah-tamah dengan tamu-tamu kampus.”

Walaupun seringkali merasa capek dan kekurangan waktu tapi semuanya lenyap kala ia melihat mahasiswa enjoy di kelas dan passionate dengan bahan yang diajarkan, atau riset yang dilakukan terasa bermanfaat. ”Kadang-kadang saya merasa gagal jika selama 2 jam mengajar tidak ada satu mahasiswa yang tertawa, karena menurut saya belajar itu lebih enak dalam suasana yang ceria dan bersemangat,” ujarnya.

Seperti ketika menjadi mahasiswa, Nanapun menikmati kelas ketika pengajarnya tidak hanya membagikan ilmu tapi juga pengalaman dan bisa menghibur. Maka ketika ia mengajar, perempuan kelahiran 13 Desember 1986 ini pun berusaha untuk tidak menggurui mahasiswa, tapi berperan sebagai teman diskusi dan terus mencoba metode mengajar yang kreatif.

“Saya merasa diri saya seperti pengamen dan penjahit,” ujarnya. Maksudnya pengamen, ujarnya, karena ia cukup ‘bercuap-cuap’ di depan mahasiswa dan kadang membuat mereka tertawa kemudian dibayar. Ia juga cukup membaca buku dan mengambil intisari dari bahan bacaan tersebut, lalu dijahit untuk jadi paper dan memperkenalkan konsep baru. “Saya beruntung karena passion saya menjadi sumber pendapatan saya juga!”

Meski sibuk mengajar, Nanapun tidak lupa untuk mencoba hal – hal baru diluar akademis untuk membuat hidupnya balance. Mengutip quote Gerren Lamson : “No matter how busy you get, keep doing side projects to stay INSPIRED”. Mulai dari traveling, fashion, masak, bikin puisi hingga nyanyi.

“Yang paling berkesan waktu solo backpacking selama 1 minggu dari Inggris selatan sampai utara. Disana saya banyak punya kesempatan untuk menemukan jati diri dan berdamai dengan kehidupan.” Ujar Nana yang sudah menginjakkan kaki di 12 negara, “..and still counting Insyaallah,” ujarnya.

-tze-

*artikel ini sebelumnya di publish di basegenep.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: