Windy, Cerita Sukses Seorang Freelancer

Bagi sebagian orang, melepas kenyamanan dan keamanan finansial atas sebuah pekerjaan purna waktu untuk pindah ke jalur freelance mungkin terasa sedikit mengerikan. Tapi, ini tak berlaku untuk Ni Luh Windiari. Berbekal keberanian dan pantang menyerah, ia sukses menjadi freelancer, bahkan mendirikan usaha sendiri sebagai penerjemah.


Barangkali kata kerja keras, berikut segala sinonimnya, memang berulang kali muncul sejak halaman awal kamus hidup seorang Windy. Sejak berkuliah di Fakultas Sastra jurusan Sastra Inggris Universitas Udayana pada 2004, ia sudah bekerja sebagai waitress untuk membantu biaya kuliah S1nya.

Tamat dari sana, Windy memulai petualangannya. Dari guru bahasa Inggris, liaison officer dan event organizer hingga pada akhirnya di tahun 2010, cewek kelahiran 28 tahun lalu ini memutuskan menjadi seorang freelancer. Awalnya, untuk mendukung profesi terakhirnya ini, ia membuat sebuah blog pribadi, yaitu Translation Paper. Namun ternyata, blog yang dibuat tahun 2012 ini mendulang pundi-pundi emas di kemudian hari.

Semuanya Berawal dari Blog.
Mulanya Windy hanya menampilkan artikel–artikel atau papers berisi terjemahan bahasa Inggris untuk mendukung pekerjaannya sebagai penerjemah freelance dalam blognya. Namun, ternyata banyak manfaat yang ia raih dari kerja paruh waktunya ini.

“Saya lebih bisa menyesuaikan jadwal kerja dengan jadwal kuliah S2 di bidang Studi Terjemahan. Dan ternyata income yang diperoleh bisa melebihi income saat kerja di kantor,” ujarnya. Windy, mantap memutuskan untuk banting stir menjadi penerjemah freelance.

Tak ingin sekadar menjadi usaha sampingan, Windy mulai memikirkan bidang ini secara lebih serius. Mengikuti sebuah pepatah Afrika, If you want to go fast go alone; if you want to go far go together, maka Windy mengajak kedua orang temannya dengan skills dan spesialisasi yang sama

“Saya perlu partner untuk bisa bekerja bersama-sama and to achieve more,” ujar Windy. Bersama kedua rekannya, ia kemudian berani mengambil proyek dengan skala lebih besar, dapat saling melakukan proofread atau pengecekan naskah, juga saling mengisi satu sama lain. “Syukurnya sekarang sudah 3 tahun kami berpartner dan kami terus berkomitmen untuk memajukan usaha bersama,” katanya.

Tak hanya dari rekan kerja, dukungan juga datang dari sahabat-sahabat yang membantu menyebarkan koneksi,dan network, juga memberikan rekomendasi.

“ Termasuk para klien yang baik hati yang mau memberi testimoni dan continuous projects. Mereka adalah salah satu aset terbesar kami.”

14.jpg

Translation Papers Bali – Commitment to delivering the best effort
Sejak tahun 2012, kini TranslationPapers Bali yang berlokasi di Jalan Wibisana Denpasar Barat ini sudah melayani berbagai macam klien. Mulai dari perusahaan skala kecil maupun besar, pengacara, akademisi, expatriate, hingga hotel bintang lima. Tak cuma jasa terjemahan bahasa Indonesia-Inggris (dan sebaliknya), namun juga bahasa Jepang dan Prancis.

Untuk tarif, Translation Papers Bali mematok harga mulai dari Rp 75 ribu, tergantung jenis dokumen, tingkat kesulitan, volume pekerjaan dan tenggat waktu yang diberikan. Segala jenis naskah dan dokumen pernah mereka kerjakan. Mulai dokumen hukum seperti perjanjian kerja, akta sewa-menyewa atau akta pendirian perusahaan, konten website, katalog lukisan, jurnal, artikel untuk publikasi internasional dan masih banyak lagi. “Kami juga pernah menerjemahkan browser, manual teknis hingga terjemahan buku spiritual hehehe…”

Menerjemahkan berbagai macam rupa naskah dan klien, memberikan tantangan tersendiri untuk Windy. Ada dokumen yang banyak menggunakan istilah-istilah teknis yang harus diriset dulu maknanya. Ada pula klien yang kerap memberi pekerjaan yang wajib beres dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya. Contohnya saja seorang pengusaha dari luar negeri yang kerap menunggu di samping Windy saat ia menerjemahkan.

“Kalau sudah begitu saya bisa stres, suka begadang dan banyak makan. Hasilnya jadi makin gendut, dan saat ketemu teman lama, beberapa dari mereka bertanya: Kok gendut sekarang Win? Hahaha…,” katanya.

Meski usahanya mulai membuahkan hasil, Windy mengaku masih terus belajar dan tidak cepat puas. “Commit yourself to lifelong learning. The most valuable asset is your mind and what you put into it,” ujar Windy, mengutip Brian Tracy, salah satu motivator favoritnya. Ia menambahkan, apapun pekerjaannya, komitmen untuk memberikan upaya terbaik itu mutlak diperlukan. Tanpa itu, maka kita akan sulit bertahan dalam industri apapun.

Walaupun begitu, Windy mengaku ia kerap sulit menampik godaan-godaan yang muncul. Sebagai freelancer dan pemilik usaha sendiri, waktu kerja yang wajib ia penuhi memang lebih fleksibel dari kerja kantoran. Ia bisa mengatur sendiri jadwal kerja, dengan catatan deadline tetap terpenuhi. Kerja pun bisa diselesaikan di rumah sehingga nggak perlu capek-capek ‘ngukur jalan’ setiap weekday.”Tapi justru kita harus tahan godaan seperti godaan menunda pekerjaan dan godaan sosial media,” ujarnya.

12

Yes we can!

Menurut Windy jadi freelancer perlu 2 hal yaitu keberanian dan usaha pantang menyerah. Keberanian untuk menghadapi untung maupun rugi, serta usaha untuk tetap bisa generating income dan eksis di dunia yang kita tekuni.

Buat kita-kita yang mau jadi freelancer, Windy membagi tipsnya :
1. Have a courage and take chances. Jangan takut mencoba. Lebih baik mencoba daripada menyesal di kemudian hari karena tidak berani mencoba.
2. Have written goals and plan well. Bener kata orang, goals yang tertulis itu lebih manjur hihihi. Dan lebih manjur lagi jika terus mengingatkan diri kita tentang apa yang sudah ditulis.
3. Keep going, the beginning is always the hardest. Jangan pantang menyerah.
4. Give your best. Kalau klien puas, pasti akan ada pekerjaan baru yang menghampiri. Mereka juga akan bantu promosikan kita secara cuma-cuma.
5. Keep learning and manage time well. Katanya, “Your most valuable asset is your earning ability and your most valuable resource is your time”. Jadi untuk mendapatkan hasil yang lebih, kita harus belajar lebih banyak, dan mengatur waktu dengan lebih baik
6. Networking. Help more people and you will get more help
7. Jaga kesehatan. “Intinya, apa pun pekerjaannya, olah raga dan makan sehat itu, wajib!”

-tze-

*seperti yang pernah di publish di basegenep.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: